Macam-macam Perasaan


PERASAAN APA YANG SERING MUNCUL DI DIRI KITA?
Tulisan ini saya buat dan saya share pada teman-teman dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan saya dalam memahami perasaan diri sendiri dan orang lain,semoga dengan tulisan ini saya bisa terpacu tidak hanya bisa menulis saja namun saya bisa berbubah menjadi lebih baik.
Oke, saya siap untuk memulai. Awalnya kita akan membahas tentang PERASAAN terlebih dahulu. Perasaan diartikan sebagai pernyataan jiwa yang sifatnya subjektif untuk merasakan senang atau tidak senang. Kenapa dikatakan demikian?. Karena perasaan itu banyak dipengaruhi oleh keadaan pribadi seseorang.
Perasaan dalam ilmu jiwa umumnya berhubungan dengan gejala-gejala mengenal. Artinya perasaan itu akan timbul bila adanya proses mengamati, mengingat menghayal atau memikirkan sesuatu.
Macam – Macam perasaan:
Menurut L.C. T BIGOT membedakan perasaan sebagai berikut: (Silahkan baca baik-baik hehe)
A. Perasaan Rendah (Jasmani/Biologis), dan dibagi menjadi 2 :
1. Perasaan Indria , yaitu perasaan yang beruhubungan dengan alat indra kita. Misalnya asam,asin.
2. Perasaan vital, Yaitu perasaan yang berhubungan dengan kondisi tubuh. Misalnya senang karena badannya sehat.
B. Perasaan Luhur (Rohaniah))
1. Perasaan Intelektual, Perasaan yan timbul berhubungan dengan kemampuan berpikir dalm memacahkan masalah. Misalnya :senang karena bisa menyelesaikan ujian.
2. Perasaan keindahan, Perasaan seseorang karena dapat mengenal atau membedakan ana yang indah dan tidak.
3. Perasaan kesusilahan, perasaan yang timbul karena kita menghayati dan kemudian berpendapat bahwa sesuatu tu baik atau buruk. Misalnya: Kita puas setelah elakukan kebaikan dan kita akan menyesal bila kita melakukan kesalahan. (Pakah kita sudah pernah merasakan ini?).
4. Perasaan sosial, Perasaan bermasyarakat, saling mengikatkan diri anatar individu. Sehingga terjadilah adanya give and take. Dan perasaan sosial dapat dibagao menjadi 3 :
a. Perasaan kebangsaan, yaitu perasaan cinta tanah air.
b. Perasaan memikirkan diri sendiri dan orang lain.
c. Perasaan terhadap masyarakat dan selalu ingin memberikan kebaikan untuk orang lain.
5. Perasaan harga diri, ialah perasaan tentang tinggi rendahnya nilai diri seseorang. Dan ini juga dibagi menjadi 2 :
a. Perasaan harga diri positif: Perasaan puas, bangga karena mampu berbuat kebaikan pada orang lain.
b. Perasaan harga diri negatif: Perasaan kecewa karena iri terhadap keberhasilan orang lain.
6. Perasaan kegamaan, ialah perasaan yang berhubungan dengan adanya keyakinan seseoarang terhadap tuhannya. Misalnya, adanya perasaan kagum terhadap kebesaran atas penciptaan-NYA.
Itulah perasaan yang seharusnya ada pada diri kita, dan kita semuanya perlu intropeksi diri,manakah perasaan yang sering muncul dan manakah perasaan yang jarang muncul. Tentulah kita berharap dapat memunculkan perasaan yang posisif sehingga dapat menjadikan hidup kita lebih tenang dan dapat bermanfaat bagi orang lain.

Guru Yang Baik


APAKAH KITA TERMASUK GURU YANG BAIK?
ktp2
Sepertinya pekerjaan menjadi guru itu sangat mudah, datang mengajar kemudian memberi tugas dan kemudian mengkoreksinya. Namun, sebenarnya tidak hanya itu yang itu yang kita temui pada kenyataannya, banyak kejadian yang kita temuai saat proses belajar mengajar. Dalam pembelajaran banyak kendala yang kita temui dalam dunia pendidikan, mulai dari keadaan kelas yang kurang kondusif, murid yang aktif, pasif dll. Jadi ketrampilan seorang guru masih sangat perlu diasah agar seoarng guru tersebut dapat menciptakan generasi yang sukses jasmani dan rohani.
Tulisan ini saya buat bukan berarti saya termasuk guru yang baik. Namun, dengan tulisan ini saya ingin berusaha menjadi seorang guru yang sukses serta membagikan kepada teman-teman agar suatu saat bisa mengingatkan kepada saya untuk menjadi guru yang baik.
Anak berangkat kesekolah tidak hanya berbekal otak saja melainkan juga berbekal perasaan di dalam hatinya, keadaan yang demikianlah menuntut guru untuk memiliki kecapakapan pnegetahuan yang luas juga dituntut memiliki kecakapan kepribadian yang seimbang, sehingga tampak di depan anak-anak akan dapat berlaku adil dan bijaksana.
Menurut hasil penyelidikan Frank Har, bahwa sifat guru yang mendorong minat belajar dan sekaligus membentuk pribadi anak yang baik adalah sebagai berikut:
1. Suka membantu tugas sekolah
2. Memberikan tugas dan pelajaran dengan jelas dan memberikan contoh-contoh.
3. Memiliki rasa humor, riang dan gembira.(Tetapi tidak berlebihan)
4. Dekat dengan anak didik
5. Memahami keadaan murid baik dl luar kelas atau di dalam kelas.
6. Membuat pelajaran itu suatu yang menyenagkan.
7. Tegas dan disiplin sehingga mampu menjaga ketertiban kelas.
8. Bijaksana dan tidak memiliki anak emas.
9. Tidak suka marah, mencela dan tidak kasar.
10. Berkepribadian menarik
Dan sebaliknya, bila seorang guru tidak memiliki sifat tersebut maka seoarang guru tersebut belum dikatakan guru yang sukses. Misalnya, suka mencemooh, angkuh. Like dan dislike, tidak bisa menjaga ketertiban kelas, masa bodoh dengan pekerjaan anak-anak, tidak memberikan laporan penilaian anak (NILAI), tidak ada minat memajukan kehidupan anak-anak.
Dari hasil penelitian Frank Hart tersebut di atas, membuktikan bahwa apa yang dibutuhkan murid, tidak hanya terbatas pada kemampuan guru mengajar pelajaran saja. Akan tetapi, kepribadian yang integreted juga sangat diperlukan karena hal itu akan menentukan sekali bagi kepeberhasilan belajar anak baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan masyarakat.
Begitu besarnya tanggung jawab gurumaka syarat mutlak yang harus dimiliknya adalah :
a. Guru harus memiliki jiwa integreted, yakni seimbang dan utuh. Antara pembelajran dan kepribadian harus seimbang
b. Guru harus mengenal anak dengan sesuai jiwanya, memahami anak belajra,, sehingga dapat berlaku subjektif.
c. Dalam memberikan pelayanan baik ketika pembelajaran atau di luar harus memiliki daya variasi dan kreasi yang tinggi, sehingga anak akan memperoleh kesempatan belajar sesuai kebutuhan masing-masing.
Dari ulasan tersebut, saya merasa begitu banyak kekurangan yang harus diperbaiki, begitu banyak kekurangan dan kemampuan untuk mengelolah kepribadian yang baik, sudah barang tentu seharusnya kita berubah. Marilah kita berubah bersama-sama , saling mengingatkan, memberikan semangat satu sama lain dan memberi masukan sehingga menciptakan anak didik kita yang berkualitas yang nantinya akan menjadikan bangsa kita MAJU dan BERMARTABAT.